Minggu, 22 Juli 2012

Pengamatan Objek


Pengamatan Objek

A. Sikap Ilmiah
Apa yang dimaksud sikap ilmiah? Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus dimiliki seseorang saat melakukan proses ilmiah untuk menghasilkan produk ilmu. Beberapa sikap ilmiah yang penting dimiliki dan harus dikembangkan dalam melakukan pengamatan adalah sebagai berikut.

1. Peka terhadap Lingkungan
   
Seorang ilmuwan harus memiliki sikap peka terhadap perubahan lingkungan yang ada.

2. Selalu Ingin Tahu
   
Seseorang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi biasanya akan banyak bertanya. Keingintahuan atas sesuatu dapat menjadi dasar ditemukannya konsep , teori , dan hukum dalam bidang sains.

3. Berani Mencoba
   
Rasa ingin tahu yang tinggi apabila tidak disertai dengan keberanian mencoba.maka tidak akan terwujud. Seorang ilmuwan harus berani mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang ada dalam pikiran.

4. Jujur
   
Pengamatan yang dilakukan tentunya akan mendapatkan hasil. seburuk apapun hasil yang diperoleh kita tidak boleh memanipulasinya. Meskipun hal itu tidak sesuai dengan keinginan kita.

5. Objektif
   
Seorang ilmuwan harus dapat bersikap objektif, yang artinya gejala yang ditemukan tidak memihak pada seseorang yang belum jelas dasarnya.

6. Bertanggung Jawab
   
Secara ilmiah ataupun moral hasil penelitian harus dapat dipertanggung jawabkan. keselamatan masyarakat dan lingkungan harus diutamakan.

7. Terbuka
   
Seorang peneliti harus bisa berpikir positif dan berterus terang. Berani menerima saran dan kritikan untuk mendapatkan hasil yang baik.

8. Ulet
   
Dalam melakukan pengamatan membutuhkan suatu keuletan dan jangan mudah putus asa. Apabila gagal maka kita mencari jawaban atas kegagalan tersebut.

B. Kinerja Ilmiah
    
Supaya memperoleh hasil yang optimal dalam melakukan pengamatan, maka perlu dilakukan langkah-langkah yang terencana dan sistematis. Metode yang paling baik digunakan adalah metode ilmiah. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut.

1. Merumuskan Masalah
   
Sebelum melakukan pengamatan tentunya muncul masalah. Yang dimaksud masalah disini adalah segala sesuatu yang akan dipecahkan melalui penelitian atau pengamatan. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan ilmiah. Adanya perumusan masalah, maka arah pengamatan akan lebih jelas. dalam perumusan masalah juga ditentukan variabel-variabel apa saja yang berpengaruh terhadap penelitian. Variabel tersebut memiliki nilai, dapat berubah atau diubah.

2. Menyusun Dasar Teori
   
Pertanyaan-pertanyaan yang ada dijawab secara logis melalui teori-teori yang telah ada. Teori-teori yang ada didapatkan dari hasil penelitian orang sebelumnya yang telah diakui kebenarannya. Pencarian dasar teori dapat melalui buku-buku di perputakaan ataupun jurnal-jurnal di internet.

3. Merumuskan Hipotesis
   
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang akan dipecahkan. Pengambilan hipotesis ini berdasarkan kesimpulan pada dasar teori.

4. Menguji Hipotesis
   
Untuk menguji kebenaran hipotesis dapat dilakukan melalui eksperimen. Alat dan bahan serta cara kerja diperhatikan dengan benar supaya memperoleh data yang akurat.

5. Mengumpulkan Data
   
Data yang diperoleh dari eksperimen dinamakan data mentah. Data mentah berarti data asli yang belum diolah sama sekali.

6. Analisis dan inteprestasi Data
   
Data mentah yang diperoleh kemudian dianalisis. Biasanya mengolah data menggunakan statistik. Hasil dari analisis tersebut sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan.

7. Menarik Kesimpulan
   
Kesimpulan harus mengaju pada hipotesis yang telah dirumuskan.

C. Pengamatan Gejala Alam
    
Pengamatan merupakan suatu proses untuk mengenal sesuatu dengan memperhatikan suatu objek dan peristiwa. Suatu pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan panca indra untuk mengambil informasi atau pengetahuan dari objek dan peristiwa. Pengamatan tidak hanya menyerap setiap hal yang ada, melainkan memilih yang dapat  diamati. Pemilihan tersebut dipengaruhi oleh gagasan yang ada dalam pikiran pengamatan. Pengetahuan dan prinsip yang ada pada pengamat memengaruhi yang dilihat, didengar, dan dirasakan.
     Pengamatan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu pengamatan kualitatif. Pengamatan kualitatif yaitu pengamatan yang dilakukan hanya dengan menggunakan alat indra tanpa mengacu kepada satuan pengukuran baku tertentu. Sedangkan pengamatan kuantitatif yaitu pengamatan yang dilakukan dangan menggunakan alat ukur yang mengacu kepada satuan pengukuran baku tertentu.
    Pengamatan objek biologi tidak hanya dilakukan di laboratorium. Pengamatan biologi di alam merupakan awal dimulainya ilmu biologi. Pengamatan di alam mencakup pengamatan hewan, tumbuhan, dan factor fisik yang memengaruhinya, seperti  cahaya, suhu, kelembapan, dan ketinggian tempat.

1.   Pengamatan  Melalui  Pembedahan
     Mempelajari suatu makhluk hidup dengan menggunakan pengamatan tubuh luar akan memperoleh morfologinya. Untuk mendapatkan informasi atau konsep yang lebih lengkap tentang susunan tubuh hewan oerlu mengamati dan mempelajari anatomi tubuh hewan tersebut.
Oleh karna itu, kita perlu melakukan pembedahan dengan membuka kulit. Sebelum melakukan pembedahan, terlebih dulu kita perlu memahami arah pembedahan dan posis tubuh suatu hewan.
Sehingga kita dapat membagi menurut arah tubuh bagian depan (anterior), arah tubuh bagian belakang (posterior), arah tubuh bagian punggung (dorsal), dan arah tubuh bagian perut (ventral).

2.   Koleksi  Objek  Biologi
        Dalam mempelajari biologi kita akan menemukan masalah dan akan berusaha memecahkan permasalahan itu. Misalnya tidak semua objek penelitian dengan mudah ditemukan di sekitar kita karna objek tersebut langka atau habitat jauh sehingga kita membutuhkan suatu koleksi hewan awetan.
     Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat koleksi awetan antara lain sebagai berikut.

a.    Kelengkapan organ tubuh objek.
b.    Cara pengawetan dan penyimpanan objek.
c.    Kelestarian objek dengan membatasi pengambilan objek.
          Contoh koleksi objek biologi adalah sebagai berikut.
a.    Herbarium adalah pengkoleksian tumbuhan kering.
b.    Insektarium adalah pengoleksian serangga kering yang diawetkan.
c.    Taksiderium adalah pengoleksian burung kering yang diawetkan.

Minggu, 03 Juni 2012

Kepadatan Populasi Penduduk

Dampak Populasi Penduduk

Kualitas penduduk lebih sulit dilaksanakan. Hal ini menimbulkan permasalahan sosial, ekonomi, keamanan, kesejahteraan, ketersediaan lahan, air bersih, kebutuhan pangan, dan dapat berdampak pada kerusakan lingkungan. Coba perhatikan tingkat pencemaran yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor antara daerah pedesaan dengan daerah perkotaan. Tentu tingkat pencemaran udara di kota lebih tinggi. Kepadatan penduduk mempengaruhi beberapa aspek yang berkaitan. Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.
Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.Untuk bertahan hidup, manusia membutuhkan makanan. Dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk, maka jumlah makanan yang diperlukan juga semakin banyak. Ketidakseimbangan antara bertambahnya jumlah penduduk dengan bertambahnya produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya penduduk dapat kekurangan gizi atau bahkan kurang pangan. Sebagian besar lahan pertanian di kota digunakan untuk lahan pembangunan pabrik, perumahan, kantor, dan pusat perbelanjaan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kota sangat tergantung dengan tersedianya pangan dari desa. Jadi kenaikan jumlah penduduk akan meningkat pula kebutuhan pangan dan lahan.
Kepadatan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk tempat tinggal, sarana penunjang kehidupan, industri, tempat pertanian, dan sebagainya. Untuk mengatasi kekurangan lahan, sering dilakukan dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif untuk perumahan dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan. Selain itu pembukaan hutan juga sering dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk.

Thomas Robert Maltus, seorang sosiolog Inggris, mengemukakan teori yang berjudul Essay on The Principle of Population. Maltus menyimpulkan bahwa pertambahan penduduk mengikuti deret ukur, sedangkan pertambahan produksi pangan mengikuti deret hitungJadi semakin meningkat pertumbuhan penduduk, semakin tinggi pula kebutuhan pangan. Oleh karena itu peningkatan produksi pangan perlu digalakkan. Penduduk yang kekurangan makanan akan menyebabkan gangguan pada fungsi kerja tubuh dan dapat terjangkit penyakit seperti busung lapar, anemia, dan beri-beri.
Lingkungan sehat adalah lingkungan yang bersih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung kesehatan tubuh kita.Manusia dan makhluk hidup lainnya sangat membutuhkan udara untuk bernapas. Udara yang dihirup mengandung oksigen. Udara yang kita perlukan untuk bernapas adalah udara yang bersih. Udara yang bersih banyak mengandung oksigen. Jika kita menghirup udara yang bersih dan mengandung oksigen tersebut pastinya badan kita akan terasa sehat dan saluran pernapasan pun menjadi lancar berbeda dengan udara yang ada di pusat perkotaan dan pusat industri pastinya bukan udara segar lagi yang didapatkan tetapi sudah dikontaminasi dengan polusi udara akibat dari kegiatan industri ataupun emisi knalpot kendaraan bermotor. Kalau sudah begitu bagaimana cara mengatasinya?
Dengan menanam tumbuhan hijau kita sudah membantu untuk mengurangi polusi udara yang berasal dari kegiatan industri ataupun emisi knalpot kendaraan bermotor. Karena tumbuhan hijau yang ditanam akan meyumbangkan sejumlah oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk bernafas. Udara yang ada disekitar tumbuhan hijau tersebut akan terasa segar dan polusi udara pun akan berkurang.

Kemudian bagaimana dengan lingkungan yang tidak sehat????

Lingkungan yang tidak sehat terlihat dari keadaan disekitar lingkungan tersebut. lingkungan tidak sehat adalah lingkungan yang kotor. Lingkungan yang kotor berarti lingkungan tersebut sudah tercemar. Pencemaran lingkungan terbagi atas pencemaran air, udara, dan tanah. Banyak sekali kita lihat lingkungan yang tidak sehat di daerah jakarta ini yaitu banyak rumah-rumah kumuh yang berada disekitar pinggiran kali atau sungai yang sudah tidak layak untuk ditempati. Miris sekali memang melihat kota jakarta yang dikelilingi oleh bangunan bertingkat tetapi masih ditemui rumah-rumah kumuh didaerah pinggiran jakarta. Sudah saatnya pemerintah untuk segera meperbaiki lingkungan kumuh tersebut agar jakarta terbebas dari lingkungan yang tidak sehat.

Bagaimana cara menciptakan lingkungan yang sehat???

Menciptakan lingkungan yang sehat tidaklah sulit untuk dilakukan dan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang terkadang sering dilupakan oleh banyak orang, misalnya membuang sampah sekecil apapun pada tempat yang telah disediakan. Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bersih dan terbebas dari kontaminasi kotoran dari lingkungan sekitar. Sudah saatnya kita menjaga dan merawat lingkungan kita agar termasuk kedalam lingkungan yang sehat dan bersih.

          1)       Berkurangnya Ketersedian Lahan

Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumkah penduduk menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi. Pada sisi lain ,luas tanah atau kahan tidak bertambah.Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk.

2)     Kebutuhan Udara Bersih

 

Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar,sehingga udara terjaga dengan baik.Dengan udara yang  bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.

 

3)     Kerusakan lingkugan


Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperti untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman.Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70%hutan didunia  yang alami telah ditebang  atau rusak parah.Menigkatnya jumlah  penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya  penggunaan sumber alam hayati.Adanya pembukaan hutan  secara liar   untuk dijadikan  tanah pertaniaan atau untuk mencari  hasil hutan sebagai  mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.

4)     Kebutuhan Air Bersih


Air merupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup.Akan  tetapi,air yang dibutuhkan manusia sebagai makhluk hidup adalah air bersih.Air bersih digunakan untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari. Air  bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas  yang meliputi syrat fisika ,kimia ,dan biologi.Syarat kimia yaitu air yang tiidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan manusia.Syarat fisika  yaitu air tetap jernih(tidak brubah warna),tidak ada rasa ,dan tidak berbau. Syrat Biologi Yaitu air tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit.

 

    5) Kekurangan Makanan

Manusia sebagai mahkluk hidup  membutuhan makanan.Dengan bertambahnya jumlah  populasi manusia atau penduduk,maka  jumlah kebutuhan makanan yang diperlukan juga semakin banyak.Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan  produksi  pangan,maka dapat terjadi kekurangan makanan.Akan tetapi,biasanya laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan  makanan.Ketidakseimbangan  antara bertambahnya  penduduk dengan bertambahnya   produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia.Akibatnya ,penduduk dapat kekurangan gizi atau pangan .Kekurangan gizi menyebabkan daya tahan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit  rendah.,sehingga mudah terjangkit penyakit.


Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta dan Bangkok.
Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Penyebab Kemacetan
Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan:
1.  Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
2. Terjadi kecelakaan lalu-lintas sehingga terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yangmenonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan darijalur lalu lintas,
3.   Terjadbanjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
4.   Ada perbaikan jalan,
5.   Bagian jalan tertentu yang longsor.
6.   kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat sirene tsunami.
7.   Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, spt : berjalan lambat di lajur kanan dsb.
8.   Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
9.   Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
   Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas.

Dampak Negatif Kemacetan


Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan:
Peningkatan kapasitas
1  Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah
2 Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,
3  Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,
 Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal,
5  Meningkatkan stress pengguna jalan,
Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulanspemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya.

Pemecahan Permasalahan Kemacetan

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehentip yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti:
1.   Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan,
2.   Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,
3.   Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.
4.   Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover,
5.   Mengembangkan inteligent transport sistem.                                                 

Keberpihakan kepada angkutan umum
Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain:
1.   Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum
2.   Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagai Busway,
3.   Pengembangan kereta api kota, yang dikenal sebagai metro di Perancis, Subway di Amerika, MRT di Singapura

Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta, Batam ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor, bea masuk kepada angkutan umum.

Pembatasan kendaraan pribadi
Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut:
 1.  Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang   direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya,
 2.  Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
      3.  Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motor masuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis & Macam Pengangguran 
Berdasarkan jam kerjaBerdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:

Berdasarkan penyebab terjadinya:

1    Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
2    Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
3  Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:
1  Pengangguran friksional (frictional unemployment)
     Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
 Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)
    Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
3  Pengangguran struktural (structural unemployment)
     Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
1.   Akibat permintaan berkurang
2.   Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
3.     Akibat kebijakan pemerintah
4  Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)
     Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
5  Pengangguran siklikal
   Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
6  Pengangguran teknologi
    Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
7  Pengangguran siklus
  Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).

Penyebab Pengangguran

-        Pendidikan Rendah
    Tak bisa dipungkiri, tingkat pendidikan yang rendah bisa menyebabkan seseorang untuk sulit mendapatkan pekerjaan
-       Kurang Keterampilan

      Banyak orang walauhanyalulusan SMP atau SMA, tetap sukses dibidang tertentu karena
      memiliki suatu keterampilan.
-       Rasa Malas dan Ketergantungan Daripada Orang Lain
  Misalnya ada seorang lulusan sarjana yang kemudian tidak mau bekerja dan lebih suka menggantungkan hidup pada orang tua atau pada pasangan bila sudah menikah.
-       Tidak Mau Berwirausaha
      Umumnya seseorang yang baru lulus sekolah/ kuliah sangat terpaku dalam mencari  pekerjaan, seolah itu adalah tujuan yang sangat mutlak.

   Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
    Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
    Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
    Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan  sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
    Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.